Alhamdulillah! Akhirnya selesai
sudah salah satu tanggung jawab saya, mungkin itu kata-kata pertama yang
pertama kali keluar di salah satu momen paling berharga selama kuliah. Walaupun
saat itu juga status saya sebagai mahasiswa juga harus saya tanggalkan. Yap,
momen tersebut adalah momen perayaan kelulusan atau sering disebut dengan
wisuda.
Ada berbagai macam perasaan yang
menyeruak di tanggal 14 Februari 2015 kemarin, perasaan senang, sedih, takut
dan lainnya. Saya senang karena akhirnya saya bisa menyelesaikan studi saya, bisa
memenuhi janji ke orang tua saya untuk segera lulus, saya akhirnya bisa masuk
ke Sportorium untuk prosesi wisuda. Saya sedih karena akhirnya harus berpisah
dengan teman-teman seperjuangan, berpisah dengan dosen-dosen yang dengan
senangnya selalu membagi ilmunya ke saya, sebenarnya ini bukan sebuah
perpisahan, tapi adalah suatu awal yang baru, karena ketika kita berpisah
disitu kita juga akan memulai sesuatu yang baru, sesuatu yang kita belum tau
akhirnya dan tentu kita harus meninggalkan zona nyaman kita untuk menelusuri hal
baru terebut, yah tapi tetep perasaan sedih juga menyeruak. Di hari itu juga
saya menitikkan air mata, air mata bahagia tentunya karena akhirnya bisa
membuat cita-cita orang tua saya tercapai, cita-cita beliau yang ingin
menyekolahkan anaknya sampai jadi sarjana. Dan mereka adalah motivasi saya
selama ini, seperti yang pernah beliau bilang ke saya sewaktu kecil, setiap
orang berhak bermimpi, mempunyai mimpi yang besar, tapi kita juga harus
berusaha untuk meraihnya.
Mungkin ada perasaan sedih yang
lain yaitu harus meninggalkan kota Jogja ini. Bukan rahasia lagi kalau Kota
yang terkenal dengan Gudegnya ini merupakan kota yang nyaman untuk belajar,
untuk menemukan jati diri, untuk membangun diri. Kota ini penuh dengan hal-hal yang
kreatif, penuh dengan ide-ide, serta ritme hidupnya yang dinamis. Bukan berarti
tidak siap menerima perubahan baru tapi karena suasana selama disini masih
terasa begitu hangat dan setiap momen yang kita alami masih terlalu indah untuk
diisi dengan momen-momen yang lain. Setiap orang pasti selalu tidak siap dengan
sebuah perubahan. Perubahan akan menuntut kita untuk kembali dari awal,
beradaptasi dengan hal-hal baru, dan itu tentunya akan membutuhkan waktu yang
tidak sebentar, dan kita juga harus menggali semangat untuk berubah lagi. Tapi
hidup memang tidak akan pernah stagnan, kita harus tumbuh, kita harus
berkembang ke arah yang lebih baik. Tapi bukan berarti kita ingin kembali ke
kehidupan di kampus lagi, memupuk memori-memori indah kita disana lagi kan?
Jadi mari kita tambah puzzle-puzle memori itu dengan hal-hal yang lebih indah
dari sebelumnya. Life must go on.
Lulus itu juga menjadi sebuah
kesempatan untuk membuktikan hal-hal yang selama ini sering kita wacanakan, hal
yang selama ini kita cita-citakan, hal yang kita tulis di secarik kertas dan
kita tempel di dinding kamar kost kita. Saat ini kita yang menentukan kemana
kaki ini akan melangkah, kita mau mengambil apa dari hidup ini, kita mau
memulai pelajaran kehidupan yang baru kita dimana, dan bagaimana cara kita
untuk beradaptasi dengannya karena dunia yang baru ini tak semudah seperti apa
yang kita pelajari selama di bangku kelas. Kita harus mengosongkan cangkir kita
dan harus memulai mengisinya lagi, menikmati proses yang ada. Semoga kita bisa
melakukan hal yang bermanfaat yang lebih besar jumlahnya setelah kita keluar
dari kampus.
