Monday, 4 July 2016

Tukang Dramatisir



"Wah ada tempat duduk kosong"

--------

Kebahagiaan menyeruak dari hati ketika melihat tempat duduk yang kosong di commuter, saat kondisi badan teramat lelah setelah seharian bergelut dengan pekerjaan di tempat kerja.

Beberapa waktu belakangan ini saya sering sekali mengeluhkan permasalahan hidup di Ibukota, tempat saya merantau, entah cuma menggerutu dalam hati, ataupun curhat-curhatan kepada teman lewat aplikasi chat di handphone ataupun pas ketemu langsung (sangat jarang). Rasanya banyak sekali permasalahan hidup yang singgah belakangan ini. Dan, rasanya seiring dengan bertambahnya umur masalah-masalah itu tadi juga seperti semakin berkembang–banyak. Kadang merasa apakah itu benar-benar masalah, atau saya yang mendramatisir seolah-olah hal itu adalah masalah yang besar.Well, entahlah... Tapi sepertinya poin kedua yang banyak benarnya.

Tapi saya sadar disisi lain ada orang yang mempunyai masalah yang lebih besar dari yang saya punya. Kalau dulu pas jaman masih sekolah ataupun kuliah, masalah terberat adalah tentang mata pelajaran atau mata kuliah yang menjadi momok yang menakutkan waktu itu, katakanlah mata pelajaran matematika, fisika ataupun yang lain, beranjak ketika kuliah masalah yang berat adalah mengumpulkan niat supaya mood terus terjaga untuk menyelesaikan skripsi. Atau kalau mau terberat yang lainnya yaitu pas ketika mau bayar uang kuliah, kadang takut uang dari orang tua ada tidak, pas tidak dapat jatah beasiswa. Yah itu tadi segelintir masalah yang sebenarnya perlu saya pertanyakan lagi apakah itu masalah yang besar sehingga saya mengeluh terus. Kenapa? karena ketika membuka mata diluar sana masih ada orang yang punya masalah yang lebih besar lagi, ada anak yang tidak bisa melanjutkan sekolahnya, ada orang yang bahkan untuk makan aja mereka masih bingung karena mereka tidak mempunyai penghasilan yang cukup, ada orang yang bingung mencari pekerjaan kesana kemari.

Setelah intropeksi diri saya merasa kurang  bersyukur kepada Tuhan, kurang membuka mata hati untuk melihat sekitar.

Yah, bersyukur akan hidup yang sekarang ini, bersyukur masih diberi rezeki, bersyukur mempunyai orang-orang terdekat yang baik hati. Bersyukur masih diberi kesehatan.

Dan mungkin bersyukur karena hari ini dapat tempat duduk yang kosong di commuter ketika rasa-rasanya badan ini sudah mau tumbang.




 
 
Copyright © Hello :)
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com