Beberapa waktu yang lalu akhirnya saya sempat menonton film yang lumayan saya tunggu kedatangannya di bioskop. Film ini diangkat dari salah satu cerita yang menemani saya ketika tumbuh dewasa. Yap, The Little Prince. Akhirnya cerita yang katanya sudah diterjemahkan ke dalam lebih dari 250 bahasa di dunia ini difilmkan. Filmnya sendiri isinya dari segi isi sama dengan yang di bukunya, walau dalam penyajiannya dikaitkan dengan keadaan sekarang yang mirip dengan cerita di dalam buku tersebut.
Jadi dikisahkan ada seorang anak perempuan yang kehidupannya selalu diatur oleh orang tuanya, dia sama sekali tidak diberi kesempatan oleh ibunya untuk melakukan sesuatu berdasarkan keinginan anaknya tersebut, tapi ibunya melakukan semua itu supaya anaknya memiliki masa depan yang lebih baik.
Semua berawal ketika si anak tesebut mengikuti seleksi untuk masuk ke sekolah favorit yang sudah diincar oleh ibunya, dan di tes tersebut anaknya gagal. Namun ibunya tidak menyerah, dia akan mendaftarkan anaknya di periode berikutnya ketika liburan sudah selesai. Demi melancarkan rencana tersebut ibu dan anak tersebut akhirnya pindah rumah ke perumahan yang dekat dengan calon tempat sekolah anaknya nanti. Semua jadwal keseharian si anak sudah diatur secara mendetail oleh si ibu. Di perumahan baru itu keluarga tersebut mempunyai tetangga seorang kakek tua. Kemudian dari kakek tua tersebutlah cerita tentang Pangeran cilik bermula.
0 comments:
Post a Comment