Pertama kalinya datang ke Jakarta. Rasanya sama sekali ga mudah, nggak enak juga. Apalagi kamu benar-benar d lingkungan yang baru, ketemu dengan orang-orang baru yang kita nggak tahu karakternya. Dan tentu saja menghadapi ritme kehidupan yang berbeda dari sebelumnya. Mungkin sebagian besar orang tahulah ya, Jakarta itu seperti apa. macet, banjir, polusi, orang-orangnya individualis, dan mungkin masih banyak stigma yang tertanam di kepala sebagian orang tentang Jakarta.
Hari pertama berangkat ke tempat kerja itu sangat menguras emosi, pikiran, dan tenaga. Gimana tidak? Pertama, ketika naik KRL (Commuter Line) harus berhadapan dengan ibu-ibu yang super drama, yup drama. Jadi ada ibu-ibu yang kalo kesenggol dikit marah-marah nggak jelas, bagi yang sudah pernah naik KRL di pagi hari pasti tahu gimana padatnya gerbong-gerbong KRL, udah serasa ikan sarden di dalam kalengnya kali ya, dan senggol menyenggol, himpit-menghimpit di KRL itu sudah menjadi sesuatu yang biasa bagi para pengguna moda transportasi ini. Kedua, sopir angkot yang ugal-ugalan, jadi tempat kerja saya dulu tidak bisa dijangkau dengan sekali naik kendaraan umum, alhasil saya harus menyambungnya dengan naik angkot, yang terkadang sopir angkotnya suka ugal-ugalan tanpa memikirkan keselamatan penumpang.
Jika dibandingkan dengan Jogja mungkin disini kebalikannya 180 derajat. Sempat terpikir untuk balik ke Jogja, tapi mau ngapain disana? Memang banyak kenangan indah disana, hal-hal yang mungkin tidak bisa dilupakan di kota yang memberi banyak pelajaran hidup 4 tahun terakhir. Tapi setelah lulus kuliah saya sudah memutuskan untuk akhirnya mencari kerja di Ibukota Negara ini, dan lagi hidup itu tentang sebuah pilihan bukan? Saya akhirnya memilih untuk datang kesini, dan meninggalkan semua yang ada di Jogja. Yah, walau masih suka kangen sama kota satu ini.
Akhirnya, pelan-pelan bisa mulai beradaptasi dengan ritme di Ibukota, bisa tersenyum kalau melihat aneka kejadian di dalam gerbong KRL yang menguras emosi, dan akhirnya bisa berdamai dengan bisikan-bisikan jahat yang muncul di hati dan pikiran.
0 comments:
Post a Comment